Senin, 16 Desember 2013

Reruntuhan Masa Lalu

Aku tidak mengerti,
dan sampai kapanpun takkan pernah mengerti.
Cinta!
Kenapa Tuhan menganugrahi bingkisan cinta
yang manis dan kuberikan padanya.
Semua baik-baik saja, hingga kutemukan reruntuhan itu.
Reruntuhan, yang puing-puingnya menghancurkan
rajutan kisahku bersamanya.
Terluka? Iya. Perih? Iya.
            Langit biru perlahan menggulung berganti mendung
            Dedaunan yang jatuh berubah menjadi kering
            Dan aku terbelenggu dalam jeratan kisahku sendiri
            Seperti itulah aku dengannya
            Ditertawai kesedihan, ditangisi kebahagiaan.
Aku tak ingin menyalahkan Tuhan, takdir atau siapapun
Yang kupertanyakan, hanya pertemuan kami
Kenapa kami harus bertemu?
Bersua di bawah naungan langit beriak,
sebuah musim yang indah
            Mentari memudar, dan tiba-tiba
semua cahaya bersembunyi
            Aku terjebak dalam kegelapan
yang aku tak tau, sejauh mana kepekatan ini
Tenggelam dalam keputusasaan yang kelabu
 


Kini,
aku berjalan dan berlari di sepanjang lorong waktu
Memungut kepingan kenangan yang masih tersisa
dari reruntuhan itu
Dan terus menyesali lembaran-lembaran kisah cintaku
Karna mencintainya adalah
tetes-tetes dosa yang akan terus mengalir
hingga masa berakhir
Mencintainya adalah
tinta hitam kesalahan yang akan melukis benci
di atas kanvas kehidupan
Dan mencintainya adalah
Menghianati bumi dan senandung sucinya.
(Dia) adalah (Aku) dan (Kami) sama.
Dia yang bernama, Tatsuya Fujisawa

~Love, Tara Dupont~


By : Sahila Danihara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar